Sabtu, 12 September 2015

Psikologi Islam



Berbagai tingkah laku masyarakat yang beraneka ragam mendorong para ahli ilmu jiwa untuk menyelidiki apa penyebab perbedaan tingkah laku orang-orang dalam kehidupan bermasyarakat sekalipun dalam kondisi yang sama. Selain itu, juga menyelidiki penyebab seseorang tidak mampu mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Usaha ini kemudian menimbulkan satu cabang ilmu jiwa yaitu kesehatan mental.

Dengan memahami ilmu kesehatan mental dalam arti mengerti, mau, dan mampu mengaktualisasikan dirinya, maka seseorang tidak akan mengalami bermacam-macam ketegangan, ketakutan, konflik batin. Selain itu, ia melakukan upaya agar jiwanya menjadi seimbang dan kepribadiannya pun terintegrasi dengan baik. Ia juga akan mampu memecahkan segala permasalahan hidup [1].
Kematangan dan kesehatan mental berhubungan erat antara satu sama lainnya dan saling tergantung. Apabila kita bicara tentang keduanya secara terpisah maka hanya sekadar untuk memudahkan penganalisaannya. Karena sangat sulit untuk membanyangkan seseorang yang matang dari segi sosial dan tidak matang dari segi kejiwaan.
Orang yang matang bukanlah orang yang telah sampai kepada ukuran tertentu dari perkembangan, kemudian berhenti sampai disitu. Akan tetapi ia adalah orang yang selalu dalam keadaan matang. Artinya orang yang selalu bertambah kuat dan subur hubungannya dengan kehidupan. Karena sikapnya mendorongnya untuk tumbuh, bukan berhenti dari pertumbuhan. Oleh karena itu seorang yang matang, bukanlah orang yang mengetahui sejumlah besar fakta akan tetapi orang yang matang adalah orang yang kebiasaan-kebiasaan mentalnya membantunya untuk mengembangkan pengetahuannya dan mengunakannya dengan bijaksana [2].
Terdapat beberapa istilah kesehatan mental dalam Al-Qur`an dan Hadits seperti najat (keselamatan) fawz (keberuntungan), falah (kemakmuran), dan sa`adah (kebahagiaan) berikut dengan berbagai akar katanya. Bentuk kebahagiaannya atau kesehatan mental meliputi yang berlaku di dunia ini dan yang berlaku dalam kehidupan akhirat. Yang pertama berarti selamat dari hal yang mengancam kehidupan dunia ini. Sedang yang kedua selain dari pada selamat dari kecelakaan dan siksa, juga menerima ganjaran dan kebahagiaan.

1 komentar: