Berbagai tingkah laku masyarakat yang beraneka ragam mendorong para ahli ilmu jiwa untuk menyelidiki apa penyebab perbedaan tingkah laku orang-orang dalam kehidupan bermasyarakat sekalipun dalam kondisi yang sama. Selain itu, juga menyelidiki penyebab seseorang tidak mampu mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Usaha ini kemudian menimbulkan satu cabang ilmu jiwa yaitu kesehatan mental.
Dengan memahami
ilmu kesehatan mental dalam arti mengerti, mau, dan mampu mengaktualisasikan
dirinya, maka seseorang tidak akan mengalami bermacam-macam ketegangan,
ketakutan, konflik batin. Selain itu, ia melakukan upaya agar jiwanya menjadi
seimbang dan kepribadiannya pun terintegrasi dengan baik. Ia juga akan mampu
memecahkan segala permasalahan hidup [1].
Kematangan dan kesehatan mental berhubungan erat
antara satu sama lainnya dan saling tergantung. Apabila kita bicara tentang
keduanya secara terpisah maka hanya sekadar untuk memudahkan penganalisaannya.
Karena sangat sulit untuk membanyangkan seseorang yang matang dari segi sosial
dan tidak matang dari segi kejiwaan.
Orang yang matang
bukanlah orang yang telah sampai kepada ukuran tertentu dari perkembangan,
kemudian berhenti sampai disitu. Akan tetapi ia adalah orang yang selalu dalam
keadaan matang. Artinya orang yang selalu bertambah kuat dan subur hubungannya
dengan kehidupan. Karena sikapnya mendorongnya untuk tumbuh, bukan berhenti
dari pertumbuhan. Oleh karena itu seorang yang matang, bukanlah orang yang
mengetahui sejumlah besar fakta akan tetapi orang yang matang adalah orang yang
kebiasaan-kebiasaan mentalnya membantunya untuk mengembangkan pengetahuannya
dan mengunakannya dengan bijaksana [2].
Terdapat beberapa istilah
kesehatan mental dalam Al-Qur`an dan Hadits seperti najat (keselamatan) fawz (keberuntungan),
falah (kemakmuran), dan sa`adah (kebahagiaan) berikut dengan berbagai akar
katanya. Bentuk kebahagiaannya atau kesehatan mental meliputi yang berlaku di
dunia ini dan yang berlaku dalam kehidupan akhirat. Yang pertama berarti selamat dari hal yang mengancam
kehidupan dunia ini. Sedang yang kedua selain dari pada selamat dari kecelakaan
dan siksa, juga menerima ganjaran dan kebahagiaan.

